Langkah-Langkah Membentuk Sindikat Pekerja/Serikat Karyawan

Langkah-Langkah Membentuk Sindikat Pekerja/Serikat Karyawan

Bila Kalian ingin membuat serikat pegiat /serikat buruh di perseroan, langkah-langkah berikut bisa Anda praktikkan.

 

 

Pertama, baca dan pelajarilah UU No. 21/2000 lalu UU No. 13/ 2003, pasal 104 sebelum Anda mendirikan SP/SB.

 

Usahakanlah memahami hal-hal utama tentang persekutuan pekerja /serikat buruh. Dengan membaca kanon tersebut, Kalian punya keinsafan tentang SP/SB, tujuannya lalu keuntungan oleh hadirnya SP/SB di industri.

 

Kedua, tidak harus takut mencacakkan SP/SB.

 

Banyak orang gelisah membentuk SP/SB, apalagi menjadi pengatur; takut apabila perusahaan hendak memecat atau menekan pekerja/buruh. Itu tak sepatutnya timbul. Undang-undang menjaga pekerja dari ancaman-ancaman didikan perusahaan.

 

Hal 28, UU No. 21/2000 berbunyi, "Siapapun dilarang menghalang-halangi maupun memaksa pekerja/buruh untuk membentuk ataupun tidak membuat, menjadi pengasuh atau tak menjadi pengurus, menjadi badan atau tiada menjadi anggota dan/atau menjalankan maupun tidak menjalankan kegiatan kongsi pekerja /serikat pekerja dengan teknik:

 

a. melakukan pemutusan hubungan operasi, memberhentikan sementara, menurunkan kapasitas, atau melakukan mutasi;

 

b. tidak membayar ataupun mengurangi gaji pekerja/buruh;

 

c. melakukan ancaman dalam bentuk apapun;

 

d. melangsungkan kampanye anti pendirian serikat pekerja/serikat pegawai."

 

Jadi, Anda tidak perlu takut. Perusahaan Anda akan didenda cukup besar jika Anda dekati dipecat karena Kamu menjadi bagian atau jadi pengurus sindikat pekerja/serikat buruh.

 

Pasal 43, UU No. 21/2000 menyebutkan,

 

Materi siapa yang menghalang-halangi atau mengharuskan pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Bab 28, dikenakan sanksi kriminalitas penjara setidaknya singkat 1 (satu) tahun dan paling lamban 5 (lima) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp
500.000.000,00 (lima dupa juta rupiah).
Tindak kriminalitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan tindak pidana kebiadaban.
Ketiga, dibutuhkan sedikitnya 10 (sepuluh) orang untuk membangun serikat pekerja / serikat pegawai.

 

Anda tak harus mendiami banyak anggota untuk membuat SP/SB; sepuluh orang cukup. Undanglah sepuluh orang untuk konferensi dan ambillah kesepakatan untuk menciptakan SP/SB dan tentukan pengurusnya.

 

Catatlah nama-nama yang hadir dalam konferensi pendirian SP/SB tersebut, keputusan yang didapat, dan pengurusnya dalam notulen muktamar. Ini Anda perlukan kala mau mendaftarkan SP/SB ke instansi tercantol.

 

Keempat, daftarkanlah SP/SB Anda ke institusi terkait buat mendapatkan informasi nomor kodifikasi.

 

SP/SB baru diketahui resmi jika sudah mendapatkan nomor informasi pencatatan dari institusi terkait (Jabatan Tenaga Kerja dari pemerintah Kabupaten alias walikotamadya di mana perusahaan beralamat.)

 

Buatlah surat aplikasi kepada lembaga terkait biar SP/SB Anda dicatat di lembaga pemerintah.

 

Pasal 18, UU No. 21/2000, menyebutkan,

 

Persekutuan pekerja/serikat buruh, bon dan konfederasi serikat pekerja/serikat karyawan yang telah terwujud memberitahukan sebagai tertulis pada instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat buat dicatat.
Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam artikel (1) dengan dilampiri :

 

a. daftar sebutan anggota pembentuk;

 

b. taksiran dasar dan anggaran rumah eskalator;

 

c. susunan dan nama pengurus.

 

Instansi negeri akan mengasihkan nomor bukti pencatatan terhadap serikat aktivis Anda setidaknya lambat 21 hari mulai Anda memberitahukannya pada instansi tergantung kecuali ada masalah dasar dengan pengasuh SP/SB Anda. Contohnya, pengurus dilarang membentuk serikat pelaku / serikat pegawai karena terlihat kasus yang bersangkutan dengan ketenagakerjaan.

 

Kelima, informasikanlah kedatangan SP/SB ke menejemen perusahaan Kalian.

 

Anda mesti memberitahukan kepada menejemen perusahaan kalau karyawan suah membentuk serikat pekerja / kongsi buruh. Berikanlah satu arsip anggaran pangkal dan anggaran tumah tangga serta juga nomor bukti kodifikasi SP/SB sebagai informasi bikin menejemen perusahaan.

 

Keenam, komunikasikanlah kehadiran SP/SB kepada karyawan.

 

Berikanlah informasi tentang kehadiran, tujuan dan profit dari kehadiran SP/SB di perusahaan. Informasikanlah bahwa SP/SB merupakan mitra menejemen bakal mengelola maskapai dan ajaklah pegawai untuk ikut sebagai anggota SP/SB.

 

klik disini! , catatlah daftar bagian SP/SB dalam buku anggota.

 

Serupa undang-undang, cuma anggota yang terdaftar di Buku Anggota yang legal jadi anggota SP/SB. Jadi, usahakanlah biar karyawan memadatkan formulir pendaftaran anggota dan tulislah nama-nama anggota yang telah mendaftar di Buku Bagian.

 

Anda bisa juga membuat Kartu Anggota SP/SB sebaga fakta anggota SP/SB.

 

Cipta:

 

a. Bila Kalian adalah pegiat, dan kongsi pekerja/serikat buruh belum ada di perpusahaan, ajaklah karyawan lain bakal membentuk serikat pekerja / persekutuan buruh.

 

b. Gunakanlah kesempatan jadi anggota SP/SB untuk melatih diri Anda buat peka beserta peduli tentu persoalan-persoalan perusahaan beserta karyawan.

 

Jangan lupa baca tulisan kami yang lain disini demo buruh

Training & Education

  • Brown University (BS)
  • University of Pennsylvania (MD)
  • Stanford University (Internship)
  • University of California, SF (Residency)

About Dr. Kristin Nesburn

  • Third Generation Opthalmologist
  • Graduated Magna Cum Laude
  • Over 15 years in Private Practice
  • Elected to AOA Medical Honor Society
  • Accomplished Surgeon
  • Exceptional bedside manner

Get in Touch

  • 8635 W 3rd St #390W
    Los Angeles, CA 90048
  • (310) 652-1133